Pengertian Seismologi dalam Geografi


Istilah seismologi berasal dari kata seismos dan logos. Kedua nya merupakan bahasa Yunani yang masing- masing berarti getaran dan ilmu pengetahuan. Setelah mengetahui asal kata seismologi, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian seismologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang getaran atau gempa bumi. Seismologi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gempa bumi beserta struktur lapisan bumi. Ilmu pengetahuan ini merupakan percabangan dari ilmu geofisika yang juga bagian dari geosains. Lebih spesisfik lagi, seismologi mempelajari beberapa hal yaitu :

  • Proses bertumbuknya lempeng yang berada di bawah lapisan tanah sehingga mengakibatkan gempa bumi.
  • Gelombang- gelombang yang muncul saat terjadi gempa bumi.
  • Perambatan energi atau getaran dari kerak bumi menuju permukaan.
  • Kejadian yang akan dialami permukaan lapisan kulit bumi saat terjadi gempa.
  • Perancangan alat untuk mendeteksi dan merekam aktivitas getaran atau gelombang gempa.
  • Kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi (baca juga : Akibat Gempa Bumi Bagi Kehidupan).

Seismologi termasuk ilmu pengetahuan yang terbilang masih muda sebab baru ditemukan pada pertengahan abad 19. Karena seismologi merupakan percabangan geofisika, mereka yang mendalami seismologi juga harus mempelajari ilmu fisika, matematika dan statistika sebagai penunjang (baca juga : Pengertian Seisme).

Di negara kita, seismologi banyak dipelajari dan dipraktikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang disingkat BMKG. Badan yang mengamati iklim di Indonesia ini juga mempunyai divisi bagian Seismologi Teknik yang bekerjasama dengan beberapa patner kerja dalam hal pengumpulan data yang nantinya berguna untuk mendukung pengembangan bangunan tahan gempa (baca : Cara Melakukan Mitigasi Gempa Bumi).

Dalam seismologi, gempa terbagi menjadi 2 jenis yakni gempa bumi lokal (dekat) dan gempa bumi teleseimik (jauh). Gempa bumi lokal merupakan gempa bumi yang jarak episentrumnya dekat dengan stasiun pengamatan gempa. Jarak dekat yang dimaksud adalah dalam hitungan beberapa ratus kilometer. Sementara gempa bumi teleseimik adalah gempa bumi yang jarak episentrumnya lebih dari seribu kilometer dari stasiun pengamat gempa.  (baca juga : Macam- Macam Gempa Bumi)

Cabang- Cabang Seismologi

Seismologi pada awalnya memang mempelajari tentang gempa saja. Tetapi seiring waktu, ilmu ini berkembang dan mempunyai kajian yang sangat luas. Luasnya kajian ilmu tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa cabang ilmu seismologi. Berikut adalah uraiannya.

  1. Seismologi Teknik – Istilah asingnya adalah Engineering Seismology. Ilmu ini mempelajari tentang perkiraan bencana fempa bumi dan apa saja resikonya. Selain itu juga mengkaji bagaimana cara merancang bangunan- bangunan yang tahan terhadap gempa bumi.
  2. Seismologi Observasi – Ilmu ini dipelajari agar nantinya kita dapat mendeteksi dan merekam beberapa kejadian gempa yang terjadi di permukaan bumi, mengklasifikasikan gempa, serta mengobservasi apa saja efek atau akibat gempa bumi.
  3. Seismologi Fisik – Disebut juga Physical Seismology, yakni ilmu yang mengkaji tentang karekteristik interior atau lapisan di dalam bumi, serta mempelajari ciri- ciri fisika dari beberapa sumber asal gempa bumi.
  4. Seismologi Eksplorasi – Pada ilmu ini diterapkan beberapa metode seismik untuk mencari sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas yang tersimpan di dalam perut bumi. Eksplorasi ini didahului dengan survey seismik yakni dengan cara meledakan dinamit untuk memicu getaran. Getaran yang diterima oleh receiver lalu dianalisa sehingga dapat menggambarkan keadaan batuan di lapisan bawah tanah.

Dalam mempelajari ilmu seismologi, penting untuk mengetahui beberapa istilah yang sering muncul dalam seismologi. Beberapa istilah tersebut adalah :

  • Hiposentrum yakni titik pusat dari gempa bumi yang sedang terjadi (baca : Pengertian Hiposentrum).
  • Episentrum adalah gelombang atau getaran yang merambat dari hiposentrum menuju permukaan bumi (baca : Pengertian Episentrum).
  • Origin time yaitu waktu pertama kali terjadi gempa pada hiposentrum.
  • Travel time merupakan waktu yang diperlukan oleh suatu gelombang gempa untuk merambat ke permukaan. Waktu ini diperoleh dengan cara menghitung selisih antara original time dengan waktu pencatatan gelombang oleh seismograf (arrival time).
  • Seismometer adalah alat yang berfungsi sebagai perespon getaran akibat gempa bumi (baca : Pengertian Seismometer).
  • Seismograf yakni perpaduan antara seismometer dengan alat sensor lainnya untuk mendeteksi dan mencatat gelombang gempa (baca : Pengertian Seismograf).
  • Seismogram merupakan hasil pencatatan atau perekaman gelombang gempa oleh seismograf.

Rekayasa Gempa  dengan Seismologi Teknik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa seismologi teknik mengkaji tentang bagaimana cara merancang bangunan yang tahan terhadap gempa. Sebelum merancang kontruksi tahan getaran, seseorang harus mengerti apa saja penyebab gempa bumi agar kontruksi yang dihasilkan benar- benar kokoh dan tidak runtuh karena getaran gempa. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pengembangan bangunan tahan gempa, yaitu :

  1. Untuk menghindari jatuhnya korban nyawa akibat dari runtuhnya bangunan saat terjadi gempa bumi.
  2. Untuk meminimalisir korban yang terluka akibat kejatuhan reruntuhan bangunan saat gempa.
  3. Untuk meminimalisir kerusakan bagunan ketika gempa sedang berlangsung.

Perancangan bangunan anti gempa harus dilakukan dengan baik. Setelah dirancang, pemilihan bahan konstruksi dan tahap pembangunan juga harus dilakukan dengan teliti. Bangunan anti gempa yang dikembangkan dapat berupa rumah sederhana, rumah bertingkat, gedung biasa dan gedung bertingkat. Hal paling penting dalam membuat bangunan tahan gempa adalah lokasi bangunan dan pondasi bangunan.

Lokasi bangunan harus berada pada tanah yang stabil, tidak berada pada lereng yang curam sehingga tidak terjadi longsor (baca : Penyebab Tanah Longsor). Selain itu, bangunan juga boleh dibuat di atas tanah lempung atau tanah liat dengan syarat pembangunan pondasi memenuhi standar. Kriteria pondasi yang untuk bangunan tahan gempa adalah :

  • Pondasi harus diletakkan dan ditanam pada tanah yang keras dan stabil.
  • Penampang melintang dari pondasi juga harus sama panjang dan sama besar.
  • Penempatan pondasi secara kesuluruhan berada pada tanah keras, tidak boleh setengah- setengah.
  • Pembangunan pondasi sebaiknya sesuai dengan panjangnya sketsa bangunan.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan pondasi berundak, kedalaman pondasi harus sama.
  • Jika terpaksa membangun di tanah lunak, maka pondasi harus terbuat dari bahan yang kokoh seperti plat beton.
  • Untuk rumah panggung yang menggunakan pondasi tiang, tiang harus dijadikan satu dan diikat dengan kuat. Bagian bawah tiang juga harus diberi batu agar dapat menahan beban dengan baik.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Wednesday 07th, December 2016 / 07:42 Oleh :
Kategori : Geografi Teknik