Persebaran Flora di Indonesia: Tipe Asiatis, Australis dan Peralihan


Kita mengetahui bahwa pada umumnya kekayaan sebuah negara diukur dari banyaknya Product Domestic Bruto yang bisa dihasilkan oleh industri dalam negeri, banyaknya ekspor yang melebihi impor menjadi hal yang memberikan nilai plus bagi perekonomian suatu negara. Selain dipandang dari segi industri, kekayaan negara juga dipandang dari segi ekstraktif, dimana hasil alam yang sangat melimpah (baca: kekayaan alam Indonesia). Terlebih apabila hasil alam tersebut dibutuhkan oleh orang banyak, seperti berbagai jenis barang tambang mislanya minyak bumi, timah, emas, intan, tembaga, dan lain sebagainya, serta flora dan juga fauna mulai dari yang familiar hingga yang ditetapkan kelangkaannya.

Berbicara mengenai flora dan fauna di Indonesia, ada yang istimewa. Jika Indonesia terkenal akan keanekaragaman budaya dan sukunya, maka hal itu tidak hanya terjadi pada manusia saja, namun juga berlaku pada flora serta fauna. Flora dan fauna di Indonesia (baca: iklim di indonesia) mempunyai keanekaragaman sesuai dengan asal daerahnya masing- masing. Meski asal negara adalah Indonesia, namun bukan untuk asal daerahnya. Hal ini karena Indonesia sendiri dibagi menjadi beberapa wilayah. Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan mengenai keanekaragaman flora atau tumbuh- tumbuhan atau tanaman yang ada di Indoenesia jika dilihat dari kacamata asal daerahnya, beserta jenis dan juga ciri- ciri yang dimiliki oleh flora tersebut.

Pembagian Daerah di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang panjang dari Sabang hingga Merauke.  Indonesia ini panjang sekali dan memiliki ribuan pulau baik yag besar maupun kecil (baca: pulau terbesar di dunia). Dengan daerah yang sepanjang ini maka berdasar pada letak garis bujur nya, antara Indonesia sebelah timur dengan Indonesia sebelah barat mempunyai selisih waktu yang berbeda- beda. Hal ini menjadikan dasar adanya pembagian wilayah di negara Indonesia. Seperti berpedoman pada zona waktu, perihal persebaran flora dan fauna pun Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah, yakni Indonesia Timur, Indonesia Tengah dan Indonesia Barat. Penjelasan dari masing- masing wilayah ini adalah sebagai berikut:

  • Indonesia Timur

Wilayah Indonesia yag pertama adalah Indonesia Timur. wilayah ini terdiri atas pulau Papua dan juga Maluku. Wilayah Indonesia timur menjadi wilayah yang sempit daripada wilayah lainnya.

  • Indonesia Tengah

Indonesia bagian tengah merupakan wilayah Indonesia yang diapit oleh wilayah Indonesia bagian barat dan juga Indonesia bagian Timur. wilayah Indonesia bagian tengah bisa dikatakan sebagai wilayah yang paling sempit diantara ketiganya. Beberapa wilayah yang termasuk dalam wilayah Indonesia tengah antara lain Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan juga wilayah Maluku.

  • Indonesia Barat

Indonesia timur merupakan bagian dari negara Indonesia yang letaknya ada di sebelah barat, meliputi wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan juga Bali. Wilayah Indonesia bagian barat ini menjadi wilayah yang besar.

Itulah pembagian wilayah yang ada di Indonesia, yang meliputi wilayah timur, barat dan juga tengah. Diantara masing- masing wilayah itu terdapat garis yang membatasi ketiga wilayah. Garis- garis tersebut merupakan garis khayal yang bisa kita lihat di peta persebaran flora dan fauna. Garis tersebut adalah Garis Weber dan Garis Wallace.

Garis Wallace merupakan garis yang membatasi antara jenis flora dan fauna Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian tengah. Garis ini ditentukan berdasarkan hipotesis dari Alfred Russel Wallace. Sementara Garis Weber merupakan garis yang membatasi antara jenis flora dan fauna Indonesia bagian tengah dan bagian timur. garis ini ditentukan berdasarkan hipotesis dari Max Wilhelm Carl Weber.

Persebaran Flora di Indonesia

Flora di Indonesia mempunyai beraneka ragam berdasarkan tempat atau wilayahnya. Kita telah mengetahui bahwa kaitannya dalam persebaran flora dan fauna, Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yakni Indonesia Timur, Indonesia Tengah dan Indonesia Barat. Masing- masing wilayah ini mempunyai ciri- ciri (ciri khas) dan juga jenis flora yang berbeda- beda. Informasi mengenai flora di masing- masing wilayah tersebut akan kita bahas sebagai berikut.

  1. Flora di Indonesia bagian Barat

Jenis flora maupun fauna di Indonesia bagian barat ini disebut dengan flora dan fauna tipe Asiatis. Hal ini tentu saja karena Indonesia bagian barat ini berada dekat dengan Benua Asia (baca: danau terluas di Benua Asia), sehingga disebut dengan Asiatis. Tidak hanya wilayahnya saja yang dekat dengan benua Asia, namun karena tipe flora dan fauna di Indonesia bagian barat ini dipengaruhi atau mirup dengan flora dan fauna di benua Asia pada umumnya. Flora yang terdapat di Indoenesia bagian barat ini didominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis yang lebat. Hal ini dikarenakan karena wilayah Indonesia bagian barat mempunyai tingkat curah hujan (baca: proses terjadinya hujan) dan juga kelembaban yang tinggi. jenis flora di kawasan ini memiliki kesamaan ciri dengan flora yang ada di benua Asia.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai flora yang berada di wilayah Indoensia bagian barat, kita akan melihat dari ciri- ciri yang dimiliki oleh flora tersebut. Beberapa ciri dari flora tipe Asiatis ini antara lain sebagai berikut:

  • Mempunyai jenis- jenis kayu yang berharga

Kita mengetahui bahwa di dunia ini ada tumbuhan yang mempunyai kayu sangat berharga. Kayu- kayu dari tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan manusia, mulai dari memasak atau sebagai bahan penyedap masakan hingga sebagai obat. Nah, flora tipe Asiatis ini merupakan flora yang mempunyai banyak jenis kayu- kayuan yang sifatnya penting. Namun flora tipe Asiatis ini mempunyai kayu yang ukurannya besar dan biasa digunakan sebagai konstruksi bangunan dan semacamnya. Beberapa tanaman kayu yang diambil manfaatnya dan termasuk dalam flora tipe Asiatia antara lain adalah Pohon Jati, Pohon Meranti, Pohon Mahoni, Pohon Kruing dan lain sebagainya.

  • Selalu hijau sepanjang tahun

Selain mempunyai berbagai jenis pohon dengan sifat kayu yang penting, flora tipe Asiatis juga memiliki ciri yakni selalu berwarna hijau sepanjang tahun. Di atas sudah disebutkan bahwa salah satu flora di wilayah Asia atau tipe Asiatis ini mempunyai hutan hujan tropis yang lebat. Dan hutan hujan tropis (baca: cara melestarikan hutan hujan tropis) selalu terlihat hijau sepanjang tahun meskipun berada di musim kemarau (baca: pembagian musim di indonesia). Dengan demikian, flora Asiatis atau yang berada di Indonesia Timur ini tampak berwarna hijau sepanjang tahun, meskipun sedang berada di tengah- tengah musim kemarau.

  • Jenis pohon yang tumbuh bersifat heterogen

Masih berkaitan dengan jenis hutan hujan tropis yang menjadi icon flora Indonesi bagian timur. bahwa hutan hujan tropis merupakan jenis hutan berdasarkan iklimnya yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman yang berada di dalam satu kawasan hutan. tanaman- tanaman inipun hidup saling berdampingan antara satu dengan lainnya. Beberapa jenis tanaman yang hidup di wilayah Indonesia bagian barat antara lain: Pohon Cempaka, Pohon Jati, Pohon Meranti, Pohon Kruing, Pohon Karet, Pohon Mahoni, Pohon Kamper, pohon Beringin, Pakis, dan lain sebagainya.

  • Terdapat spesies flora endemik

Di wilayah Indonesia bagian barat juga hidup sebuah spesies flora endemik, yakni bunga Rafflesia Arnoldi yang berada di wilayah Sumatera. Bunga ini merupakan bunga langka dan hanya terdapat di beberapa tempat saja, bahkan hanya terdapat di wilayah indonesia bagian barat saja.

Nah, itulah beberapa ciri dari flora tipe Asiatis yang hidup atau terdapat di wilayah Indonesia bagian barat. Tipe- tipe yang telah disbeutkan di atas telah mewakili juga tipe flora di wilayah benua Asia pada umumnya. Beberapa contoh dari flora tipe Asiatis ini antara lain sebagai berikut:

  • Rafflessia Arnoldi

Tumbuhan padma raksasa yang bernama Rafflesia Arnoldi merupakan tumbuhan  parasit yang terkenal karena ukuran bunga yang sangat besar, bahkan bunga ini merupakan bunga yang paling besar di dunia. Bunga ini tumbuh di jaringan merambat dan tidak mempunyai daun, sehingga tidak mampu untuk berfotosintesis. Rafflesia Arnoldi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu (Sumatera) di dekat Sungai Manna, Lubuk tapi, Kapbupaten Bengkulu Selatan. Karena penemuan bunga ini di Bengkulu, maka Bengkulu dijuluki sebagai The Land of Rafflessia.

  • Anggrek

Bunga Anggrek mempunyai nama latin Orchidaceace. Bunga ini merupakan jenis bunga dengan spesies yang paling banyak di Indonesia. Habitat bunga Anggrek banyak tersebar di daerah tropis, namun bunga Anggrek ini juga terdapat di daerah Sirkumpolar sampai ke wilayah tropika basah.

  • Bunga Bangkai

Bunga Bangkai juga disebut dengan Suweg, dalam bahasa latin disebut dengan Amorphophallus titanum Becc. Bunga bangkai ini merupakan jenis tumbuhan dari jenis talas- talasan endemik dari Sumatra yang juga disebut dengan bunga  majemuk terbesar. Bunga bangkai ini dinamakan demikian karena bunga ini mengeluarkan bau yang busuk. Padahal aroma busuk tersebut berfungsi mengundang serangga kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunganya.

  • Daun Sang

Jenis tumbuhan atau flora tipe Asiatis yang selanjutnta adalah Daun Sang. Daun Sang juga dikenal dengan nama latin Johannestijsmania Altifrons. Daun ini mempunyai ukuran yang sangat besar, bahkan hingga mencapai enam meter.lebar daunnya mencapai 1 meter. Daun Sang ini merupakan salah satu dari empat spesies anggota genus Johannestijsmania yang hanya ditemukan di wilayah Asia Tenggara saja.

  • Kantung Semar

Flora tipe Asiatis yang selanjutnya adalah Kantung Semar. Kantung Semar, pasti kita sudah sering mendengar tentangnya bukan? kantung semar merupakan tumbuhan yang tumbuh di daerah tropis yang mempunyai bentuk yang sangat unik. Keunikan bentuk tumbuhan ini berada pada kantungnya yang menggantung pada seutas sulur yang berbentuk spiral, dan keluar dari ujung daun. Selian bentuknya, keunikan lainnya juga dilihat dari corong yang berisi cairan. Di dalam cairan tersbeut kita bisa menemukan beragam serangga. Hal ini karena kantong semar menggunakan keistimewaan tersebut untuk menarik perhatian serangga. Apabila ada serangga yang berada di atas kantong semar, maka secara otomatis kantong semar akan megatupkan mulut kantungnya, seringga serangga tersebut terperangkap di dalam kantungnya. Dengan demikian serangga tersbeut pasti akan mati di dalam kantong tersebut.

Nah, itulah beberapa jenis atau contoh dari flora yang merupakan flora tipe Asiatis. Flora tipe Asiatis yang telah kita sebutkan di atas, apabila kita amati maka kebanyakan mempunyai ukuran raksasa atau besar. Tumbuh- tumbuhan raksasa tersbeut biasanya kita jumpai di dalam hutan hujan tropis.

  1. Flora di Indonesia bagian Tengah

Flora dan juga fauna yang berada di wilayah Indonesia bagian tengah ini disebut juga dengan flora tipe Peralihan. Mengapa dinamakan tipe peralihan? Hal ini tetu saja karena letaknya yang berada di antara tipe Asiatis dan juga tipe Australis. Perilohan yang berada di tengah- tengah pun terpenagruh oleh kedua kubu yang berada di kanan kirinya.

Flora di wilayah Indonesia tengah juga mempunyai ciri khusus yang berbeda dengan flora di wilayah Indonesia Timr dan juga wilayah Indonesia barat. Adapun ciri- ciri dari flora yang berada di wilayah Indonesia bagian barat antara lain sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran daun yang kecil

Salah satu ciri yang menonjol dari flora atau tumbuhan yang hidup di Indonesia bagian tengah, atau kita sebut sebagai flora tipe peralihan adalah memiliki ukuran daun yang relatif kecil. Daun tumbuhan atau flora tipe peralihan ini termasuk berukuran kecil apabila dibandingkan dengan flora tipe Asiatis.

  • Tumbuhannya memiliki ukuran kecil

Selain mempunyai ukuran daun yang kecil, yang menjadi ciri dari flora tipe peralihan ini adalah ukuran batang atau ukuran pohonnya yang juga kecil. Tidak hanya ukurannya saja, namun tinggi flora tipe peralihan ini juga tidak akan sama dengan tipe Asiatis.

  • Tumbuhannya memiliki daun yang pendek

Daun yang dimiliki oleh flora atau tanaman wilayah Indonesia bagian tengah ini tidak hanya ukurannya yang kecil saja, namun juga mempunyai ukuran pendek.

  • Tumbuh di Indonesia

Dan saah satu yang pasti dari ciri- ciri flora tipe peralihan ini adalah tumbuh di Indonesia. Flora dan fauna tipe peralihan ini mempunyai tipe- tipe tertentu yang terkadang sama dengan yang lainnya. Ya, karena pada dasarnya wilayah peralihan sendiri merupakan wilayah Indonesia bagian tengah.

Nah, itulah beberapa ciri dari flora yang tumbuh di Indonesia bagian barat. Flora di Indonesia bagian barat ini berbeda dan mempunyai ke khas an tersendiri. Beberapa contoh dari flora tipe peralihan ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Longuesi atau Ficus Minahasae
  • Gofasa, gupasa atai Vitex cofassus
  • Eboni atau Diospyros Celebica
  • Anggrek serat atau Dendrobium utile
  • Cempaka hutan kasar atau Elmerrilia Ovalis
  • Lontar atau Borasscus flabellifer
  • Ajan kelicung atau Diospyros macrophylla
  • Cendana atau Santalum album
  • Cengkeh atau Cyxygium aromaticum
  • Ampupu atau Eucalyptusurophylla.

Itulah beberapa jenis dari flora Indonesia bagian tengah atau tipe peralihan. Flora- flora yang telah disebutkan di atas biasanya dapat kita temukan di hutan- hutan sekitaran Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Pulau Tomor, dan juga Maluku.

  1. Flora di Indonesia bagian Timur

Setelah penjelasan mengenai flora Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian tengah, sekarang tiba giliran flora bagian Indonesia Timur. flora dan fauna yang berada di wilayah indonesia bagian Timur dikenal dengan nama tipa Australis. Mengapa Australis? Hal ini tentu saja tidak lepas dari letaknya. Jika Indonesia bagian barat terkenal dekat dengan benua Asia sehingga nama tipenya adalah Asiatis, maka Indonesia Timur ini terletak di dekat Benua Australia sehingga dikenal dengan tipe Australis. Sama seperti fauna Tipe Asiatis yang mirip dengan flora fauna di Asia, maka flora fauna tipa Australis juga dipengaruhi oleh flora dan fauna yang berada di benua Australia (baca: lereng benua). Flora di wilayan ini juga mempunyai ciri- ciri khusus. adapun ciri- ciri flora tipe Australis ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Terletak di dangkalan Sahul atau paparan Sahul

Ciri- ciri flora tipe Australis yang pertama adalah terletak di sekitar Paparan Sahul (baca: landas benua). Paparan Sahul ini merupakan paparan atau dangkalan yang terletak di wilayah Indonesia bagian Timur.

  • Terdapat di sekitar wilayah Papua dan Maluku

Flora tipe Australis, karena merupakan flora khas Indonesia bagian timur, maka flora ini hanya terdapat di sekitar wilayah Papua dan sebagain wilayah Maluku saja. Flora ini tidak akan kita temukan di wilayah lainnya.

  • Memiliki daun paralel

Ciri- ciri dari flora Australis ini adalah memiliki daun yang paralel. Maksudnya daun paralel adalah daun yang memiliki banyak pembuluh darah. Australis ini adalah memiliki daun yang paralel. maksudnya again wilayah Maluku saja. flora au besar. tumbuh-se

  • Memiliki daun yang panjang

Selain memiliki daun paralel, flora tipe Australis juga memiliki daun yang panjang. Daun flora tipe ini lebih panjang dari pada dedaunan milik flora dari wilayah lainnya.

Nah, itulah beberapa ciri dari flora tipe Australis. Flora tipe Australis memiliki karakteristik yang sangat berbeda apabila dibandingkan dengan flora tipe Australis dan juga tipe peralihan. Beberapa contoh dari flora tipe Australis antara lain sebagai berikut:

  • Matoa

Matoa merupakan salah satu contoh dari spesies flora tipe Australis. Matoa merupakan buah khas Papua yang memiliki pohon besar. Pohon Matoa ini mempunyai tinggi hingga 18 meter. Pohon Matoa akan tumbuh baik di daerah yang mempunyai kondisi tanah kering dengan lapisan tanah yang ukurannya tebal. Pohon Matoa ini mempunyai daun majemuk berseling, bersirip genap, dan memiliki tangkai daun yang panjang, yakni sekitar 1 meter. Pohon Matoa juga memiliki anak daun 4 hingga 13 dengan bentuk yang bundar memanjang dan bergerigi. Buah Matoa memiliki bentuk bulat denganukuran yang tidak terlalu besar. Buah ini bisa berwarna hijau maupun berwarna kecoklatan.

  • Cendana

Kayu Cendana atau pohon Cendana merupakan salah satu jenis dari flora tipe Australis. Pohon ini dapat diolah dan menghasilkan minyak Cendana yang banyak fungsinya. Kayu Cendana dijadikan sebagai rempah- rempah, bahan dupa, aromaterapi, dan juga campuran  parfum.kayu atau pohon Cendana ini banyak kita temukan di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya adalah Pulau Timor. Karena kayu Cendana merupajan kayu yang penting dan mempunyai fungsi banyak, maka sekarang ini populasi pohon Cendana tidak hanya kita temui di Pulau Timor saja, namu bisa kita temui di Pulau Jawa dan juga Pulau Sumatera.

  • Kayu Eboni

Kayu Eboni juga merupakan kayu yang banyak mepunyai manfaat. Pohon Eboni merupakan salah satu jenis pohon yang dapat menghasilkan kayu mahal dari suku Eboni- ebonian. Pohon Eboni ini banyak kita temukan di wilayah Sulawesi. Pohon Eboni ini memiliki batang yang lurus dan tegak dan tingginya bisa menapai hingga 40 meter. Pohon Eboni mempunyai daun tunggal, tersusun berseling, berbentuk joring memanjang dengan ujungnya yang meruncing. Permukaan daun ini mengkilap seperti kulit dan berwarna hijau tua. Sementara permukaan bawah daun ini berbulu dan berwarna hijau keabu- abuan.

  • Siwalan

Siwalan merupakan jenis tumbuhan palma yang tumbuh di wikayah Asia Selatan dan juga Asia Tenggara. Pohon Siwalan ini memiliki batang yang kuat dan tingginya bisa mencapai hingga 30 meter. Pohon ini mempunyai daun yang lebar yang terkumpul di ujung batang membentuk tajuk dan membulat.

Nah, itulah beberapa contoh flora tipe Australis. Jika kita perbandingkan antara flora tipe Aistis, tipe peralihan dan tipe Australis, tentu saja terdapat beberpa perbedaan atau justru perbedaan yang sangat mencolok diantara ketiganya. Yang pasti, masing- masing flora tersebut mempunyai karakteristik berdasarkan tempat tinggalnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Friday 12th, May 2017 / 01:03 Oleh :
Kategori : Geografi Dasar