Sponsors Link

8 Ciri ciri Akan Terjadi Tsunami

Advertisement

Mungkinkah anda melupakan kejadian yang menimpa bangsa kita di tahun 2004 lalu? Yang mana meluluh lantakkan tanah Aceh dan sekitarnya? Yap itulah bencana alam tersebesar di abad 20 an. Bagaimana orang orang bisa melupakan dengan mudahnya? Masalah tsunami memang belum asing di telinga kita pada awalnya. Namun semenjak kejadian di Aceh lalu, entah memberikan stigma tersendiri ketika ada gempa yang di sertai dengan tektonik. Apa lagi di hubungkan dengan adanya pergerakan lempengan laut yang sudah bergeser. Mungkin ini menjadi trauma tersendiri bagi rakyat Indonesia.

Di negara kita, masalah tsunami memang masih di kategorikan bencana alam yang serius. Namun tidak di beberapa negara lain. Di Jepang misalnya. Jika di lihat dari letak geografis, Jepang memang lebih banyak di kuasai lautan dari pada daratan. Bahkan wilayah daratannya cenderung sangat sempit. Bukan hanya itu, hanya di beberapa sektor tanah saja yang masuk dalam kategori subur. Selebihnya tidak. Maka, Jepang juga mirip seperti Indonesia masalah bencana alamnya. Keadaan gempa, banjir, bahkan tsunami menjadi suatu hal yang lumrah di Jepang sana. Itulah mengapa mereka cenderung lebih siap mengatasinya dari pada kita. Bukan hanya manusia, juga hewan memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah memiliki insting akan terjadi suatu bencana dahsyat. Maka mereka akan lebih dahulu lari untuk menyelamatkan diri. Salah satu bencana alam yang bisa di prediksi oleh manusia adalah tsunami.

Proses terjadinya tsunami

Bencana alam tsunami bisa terjadi kapan saja. Sebab sebelum ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa memicu keberadaanya. Misal dengan adanya gempa, baik itu tektonik maupun vulkanik. Namun bukan sembarang gempa biasa. Gempa yang bisa menghidupkan bencana tsunami adalah gempa yang besar. Seperti yang memiliki intensitas 7,4 skala richter.

Adanya gempa yang besar bisa menimbulkan gelombang yang besar pula. Maka saat inilah menjadi penyebab tsunami ada. Bahkan, gelombang yang di hasilkan bisa mencapai puluhan kilo meter dari pantai menuju daratan. Oleh sebab itu, resiko kerusakan akibat tsunami tergolong parah dan besar. Tak kalah besar dengan orag orang yang sudah menjadi korbannya.

Maka tsunami yang menyerang kita tidak bisa tiba tiba terjadi. Maka ada beberapa bentuk penyebab dan faktor yang mendasarinya. Misalnya adalah :

  • Kekuatan gempa yang tinggi – Bencana tsunami tidak bisa terjadi begitu saja. Maka sebelumnya harus di dasari gempa terlebih dahulu. Biasanya gempa yang memiliki potensi terjadinya tsunami adalah gempa yang berkekuatan di atas 6,3 skala richter. Maka perlu di tingkatkan kewaspadaan jika gempa yang ada di sekitar anda sudah menunjukkan angka sedemikian itu.
  • Berada di dasar – Selain itu, yang perlu di waspadai adalah dimana pusat gempa itu berada. Tsunami memiliki potensi kekuatan paling tinggi jika pusat gempa berada di dasar laut. Sebab dari dalam dasar laut memiliki kekuatan yang tiada terhingga besarnya. Apalagi jika gempa tersebut membuat gelombang besar yang menggerakan lautan. Maka gempa akan sampai pada puluhan kilo meter jauhnya.
  • Ada patahan dasar lempengan bumi – Resiko paling tinggi adanya patahan lempengan berada pada dasar laut. Maka yang paling tinggi memicu resikonya adalah terjadi sesuatu pada bagian lempengan dasar kerak bumi yang ada di dasar laut. Efek yang di timbulkan sangat besar dan kerusakan yang di hasilkan juga parah seperi abrasi dan erosi. Salah satu buktinya adalah terjadinya gempa tsunami di Aceh lalu.

Berikut adalah ciri ciri akan terjadi tsunami di daerah sekitar anda agar diperlukan upaya untuk mengantisipasi terjadinya tsunami :

1. Kondisi air

Biasanya orang yeng letak daerahnya berada di sekitar pantai, memang di lebih di waspadai dari pada yang ada di daratan. Pasalnya tsunami lebih mungkin bisa terjadi di daerah yang sekitarnya lautan. sebelum terjadi tsunami, keadaan air akan berbeda. Biasanya lebih surut secara tiba tiba.

Sponsors Link

2. Terdengar suara gemuruh

Bukan hanya soal keadaan air dan luat, ada pula di tandai dengan bentuk lain. Salah satunya adalah terdengar suara gemuruh yang besar dari kejauhan. Suara ini terdengar besar dan keras.

3. Keberadaan hewan hewan lain

Selain itu juga bisa di deteksi dengan hewan lain. Salah satunya adalah keberadaan burung burung. Sebelum terjadi gejala tsunami, ada beberapa hal yang aneh. Misalnya keberadaan burung yang tiba tiba berpindah pindah dari keadaan pulau kecil. Biasanya mereka akan pergi menuju ke tengah lautan.

4. Terdapat gempa pengiring

Tsunami tidak bisa tiba tiba datang begitu saja. Pasti sudah ada gempa yang mengawali terlebih dahulu. Salah satunya adalah gempa tektonik dan gempa vulkanik. Maka jika di daerah anda tiba tiba ada gempa, anda perlu sedikit waspada. Gempa yang baru saja terjadi adalah gempa yang memiliki kekuatan tinggi atau tidak. Jika masih memasuki kekuatan rendah, maka anda bisa tersenyum lega. Tapi jika sudah masuk dalam kategori tinggi, maka ada resiko adanya gempa susulan bahkan sampai mencapai tsunami.

5. Adanya gelombang yang tidak biasanya

Gelombang yang ada merupakan salah satu tanda tanda adanya tsunami akan datang. Apalagi gelombang yang muncul merupakan gelombang yang di nilai aneh dan tidak biasanya. Bisa saja gelombang yang memicu terjadinya tsunami merupakan bagian dari renteten gelombang yang ada. Atau bisa juga gelombang yang muncul di mulai dari gelombang yang kecil, kemudian gelombang yang besar. Baru setelah itu muncul tsunami yang sisanya akan mengakibatkan erosi tanah.

Sponsors Link

6. Ada suara gemuruh yang menggelegar

Bukan hanya itu, terjadinya tsunami juga bisa timbul karena adanya suara gemuruh yang menggelegar. Hal ini di sebabkan karena air yang ada menghantam lautan. Jika anda mendengar ini maka ada baiknya anda khawatir akan timbul tsunami. Kemungkinan suara ini muncul karena lempengan yang patah tadi menabrak air lautan. Sehingga menghasilkan suara yang keras.

7. Keadaan awan langit

Tanda tanda alam lainnya sebelum terjadi tsunami akan berubah. Salah satunya adalah keadaan awan yang berbentuk lebih gelap dan mendung. Bahkan tak jarang di jumpai tornado atau angin serupa yang lainnya. Hal ini semua bisa terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis dari dasar lapisan atmosfer bumi. Ini menyebabkan daya listrik di awan tertelan oleh gelombang gelombang lainnya.

8. Lampu tetap bisa menyala, meskipun tidak ada aliran listrik

Apakah ini menguntungkan? Anda tidak perlu membayar listrik, namun lampu rumah tetap menyala? Iya secara ekonomi. Tapi tidak secara fisika. Hal ini menjadi tanda bahwa di lingkungan anda ada gelombang elektromagnetis yang bergerak bebas di udara. ini menjadi tanda akan ada bencana yang hebat segera terjadi. Salah satunya adalah gempa dan tsunami.

Sponsored Links

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Monday 04th, January 2016 / 04:15 Oleh :
Kategori : Fenomena Alam