Angin Pasat: Pengertian, Ciri-ciri, dan Dampak


Udara (baca: ciri udara yang bersih dan sehat) merupakan salah satu elemen terpenting yang ada di Bumi (baca: Bumi datar atau bulat). Udara juga merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui. Udara merupakan elemen terpenting karena tanpa udara makhluk hidup tidak akan bisa bernafas hingga akhirnya makhluk hidup tidak akan bertahan hidup hingga mati. Udara tidak berbentuk karena hanya sebuah gas. Udara mempunyai sifat menempati ruang dan mempunyai massa. Meski tidak terlihat karena tidak berbentuk dan berwarna, namun udara bisa dirasakan.

Salah satu cara kita merasakan keberadaan udara (baca: polusi udara) selain denga bernafas adalah ketika udara tersebut bergerak. Udara yang bergerak disebut juga dengan angin. Angin dapat kita rasakan karena dapat membelai rambut dan memberikan rasa sejuk bagi tubuh. Selain dapat mendatangkan rasa sejuk, angin ini juga dapat berperan banyak sekali. Angin sungguh mempunyai banyak manfaat bagi makhluk hidup dan juga bagi lingkungan. Beberapa peranan angin antara lain adalah sebagai pembangkit listrik, membantu penyerbukan bunga, mengeringkan pakaian, dan lain sebagainya. Selain memberikan manfaat, ternyata angin juga dapat mendatangkan kerugian atau bencana. Angin yang dapat mendatangkan bencana tentu saja merupakan angin yang terlalu besar dan terlalu kencang. Angin yang seperti ini dapat mendatangkan kerugian karena dapat memporak porandakan apa saja yang ada di permukaan Bumi. Dengan karakteristik yang demikian maka angin dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis- jenis angin yang ada di Bumi antara lain sebagai berikut:

  1. Angin tetap

Jenis angin yang pertama adalah angin tetap. Sesuai dengan namanya, angin tetap merupakan angin yang sifatnya tidak berganti- ganti arah. Yang dimaksud dengan angin tetap adalah angin yang mempunyai arah berhembus yang tetap sepanjang tahun. Angin tetap dibagi menjadi dua macam, yakni angin pasat dan juga angin antipasat. Mungkin kita telah mendengar nama kedua angin ini. angin pasat merupakan angin yang bertiup dari daerah yang memiliki iklim subtropis ke daerah yang yang mempunyai iklim tropis atau equator. Sementara angin antipasat merupakan merupakan kebalikan dari angin pasat, yakni angin yang berhembus dari daerah beriklim tropis atau equator menuju ke daerah beriklim subtropis.

  1. Angin muson atau musim

Jenis angin yang selanjutnya adalah angin muson atau yang biasa disebut angin musim atau angin munsoon. Angin muson atau angin musim merupakan angin yang berhembus secara periodik, minimal 3 bulan, dan antara periode satu dengan periode yang lain mempunyai pola yang berlawanan yang berganti arah secara berlawanan pada periode berikutnya. Biasanya periode adalah setengah tahun. Pada setengah tahun pertama biasanya akan bertiup angin darat yang sifatnya kering, sedangkan setengah tahun berikutnya akan bertiup angin laut yang sifatnya basah. Indonesia juga mengalami angin ini, maka dari itulah Indonesia mengalami dua musim yang berbeda dan berganti setiap setegah tahun sekali yakni musim kemarau dan musim penghujan (baca: musim di Indonesia). Kaitan antara musim yang berganti dengan angin pasat ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Angin pasat ini dibagi menjadi angin pasat timur dan juga angin pasat barat.

  1. Angin darat

Jenis angin yang selanjutnya adalah angin darat. Sesuai dengan namanya, angin darat merupakan angin yang berasal dari darat (baca: ekosistem darat). Angin darat merupakan angin yang berhembus dari daratan ke laut. Angin darat ini biasanya berhembus pada malam hari, yakni sekitar pukul delapan malam hingga pukul empat pagi. Dan angin darat ini seringkali dimanfaatkan oleh nelayan tradisional untuk berangkat ke laut. Sehingga tidak heran apabila kita menjumpai nelayan- nelayan pergi melaut justru pada saat malam hari.

  1. Angin laut

Jenis angin yang selanjutnya adalah angin laut. Angin laut merupakan kebalikan dari angin darat. Seperti namanya, angin laut (baca: macam-macam laut) merupakan angin yang berasal dari lautan. Angin laut merupakan angin yang berhembus dari lautan ke daratan. Angin ini biasanya berhembus pada saat siang hari, yakni mulai pukul sembilan pagi hingga sekitar pukul empat sore. Angin ini juga sering dimanfaatkan oleh nelayan untuk pulang dari melaut. Maka dari itu kita sering melihat bahwa nelayan pulang dari melaut pada pagi hari dan langsung membawa tangkapan ikannya ke pasar atau tempat pelelangan ikan.agi hingga sekitar pukul

  1. Angin gunung

Selanjutnya adalah angin gunung. Angin gunung merupakan angin yang berasal dari gunung. Angin gunung berhembus dari puncak gunung menuju ke lembah, maka dari itu angin ini dinamakan sebagai angin gunung.

  1. Angin lembah

Angin lembah merupakan kebalikan dari angin gunung. Yang dinamakan angin lembah adalah angin yang berhembusan dari daerah lembah menuju ke puncak gunung. Maka dari itu angin ini dinamakan sebagai angin lembah.

  1. Angin fohn atau angin jatuh

Angin yang selanjutnya adalah angin fohn atau yang disebut juga angin jatuh. Angin fohn atau angin jatuh merupakan angin yang terjadinya sesuai dengan jenis hujan, misalnya seperti hujan orografis. Angin jenis ini berhembus di suatu wilayah tertentu dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda- beda. Angin fohn atau jatuh ini terjadi karena adanya gerakan massa udara yang naik ke pegunungan yang mana tingginya lebih dari 200 meter, naik pada satu sisi dan turunpada sisi yang lainnya. Angin fohn atau angin jatuh yang berasal dari puncak gunung mempunyai sifat panas dan kering karena uap air tersebut sudah hilang dibuang pada saat hujan orografis.

Nah, itulah beberapa jenis angin yang ada di Bumi. Angin- angin tersebut berhembus di beberapa daerah sesuai dengan kondisi geografis wilayah tersebut. Pada kesempatan ini kita akan membicarakan lebih lanjut atau lebih dalam mengenai salah satu angin. Angin yang yang akan kita kupas lebih dalam adalah mengenai angin pasat.

Angin Pasat

Angin pasat sudah kita dengar sebelumnya sebagai salah satu bentuk dari angin tetap. Angin pasat merupakan jenis angin yang berhembus dari daerah sub tropis ke daerah yang mempunyai iklim tropis (baca: iklim di Indonesia) atau iklim equator. Angin pasat ini yang juga disebut trade winds dalam bahasa Inggris, terdiri dari angin pasat timur laut  yang bertiup di belahan bumi utara dan angin pasat tenggara yang bertiup di belahan bumi selatan. Angin pasat ini terjadi apabila ada perbedaan densitas udara di daerah sekitar garis lintas 30 derajat (baik lintang utara maupun lintang selatan) yang mempunyai tekanan maksimum dan sekitar garis lintang 10 derajat yang mempunyai tekanan minimum. Angin pasat merupakan angin yang dibedakan menjadi dua macam, yakni angin pasat yang berupa lingkaran yang berbeda. Dua lingkaran angin ini merupakan bagian dari sirkulasi angin global dunia (baca: pemanasan global).

Terjadinya Angin Pasat

Setiap angin yang berhembus mempunyai sebab- sebab atau asal usulnya masing- masing. Begitu pula dengan angin pasat ini. angin pasat terbentuk karena adanya ruang kosong yang disebabkan naiknya udara panas di wilayah khatulistiwa, sehingga timbullah tempat kosong yang kemudian diisi oleh udara (baca: polusi udara) yang lebih dingin dari daerah yang mempunyai iklim subtropis.

Ciri- ciri Angin Pasat

Angin yang berhembus di Bumi sangatlah banyak. Setiap jenis angin yang berhembus di permukaan Bumi (baca: bentuk permukaan Bumi) ini mempunyai ciri khasnya masing- masing. Demikian halnya dengan angin pasat ini. ciri- ciri dari angin dapat kita lihat dari pengertian angin itu sendiri. Dengan menyimak pengertian dari angin pasat yang telah disampaikan di atas, maka kita dapat menemukan ciri- ciri dari angin pasat tersebut. Ciri- ciri dari angin pasat antara lain adalah:

  • Berasal dari daerah yang mempunyai iklim sub tropis
  • Bertiupnya berasal dari dua daerah bertekanan maksimum sub tropika utara dan juga selatan secara terus- menerus
  • Hembusannya menuju ke daerah equator atau khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis
  • Terjadi ketika ada perbedaan densitas udara di daerah sekitar garis lintas 30 derajat yang mempunyai tekanan maksimum dan sekitar garis lintang 10 derajat yang mempunyai tekanan minimum

Nah, itulah beberapa ciri yang dapat kita temukan pada angin pasat ini. ciri- ciri angin pasat ini hanya dimiliki oleh angin pasat, dan tidak ditemukan pada ciri- ciri angin yang lainnya. Angin pasat merupakan angin yang dapat menimbulkan beberapa dampak. Dampak- dampak dari angijn pasat akan dijelaskan selanjutnya.

Dampak Terjadinya Angin Pasat

Angin merupakan sumber daya alam yang keberadaannya sangat penting dan sekaligus memberikan manfaat yang banyak bagi manusia. meski banyak memberikan manfaat, tidak jarang juga angin menimbulkan kerugian atau dampak buruk bagi manusia. Maka dari itulah kita perlu mempelajari mengenai dampak- dampak yang ditimbulkan oleh angin. Salah satu yang perlu kita pelajari adalah angin pasat ini. beberaoa dampak yang dapat ditimbulkan oleh angin pasat antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Terbentuknya daerah duldrom atau wilayah tenang

Salah satu dampak yang paling terkenal dari adanya angin pasat adalah terbentuknya daerah yang disebut dengan daerah duldrom, atau yang disebut dengan daerah tenang. Daerah duldrom atau daerah tenang ini merupakan daerah yang terbebas dari adanya angin topan. Angin topan akan terbebas atau tidak akan terjadi di daerah- daerah yang terkena angin pasat.

Hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Di sekitar garis khatulistiwa, dua angin pasat bertemu dari arah yang berbeda. Karena daerah khatulistiwa ini bertekanan rendah, maka angin akan memuai naik secara vertikal atau konveksi. Pertemuan kedua angin tersebut dinamakan DKAT atau Daerah Konvergensi Antar Tropis. DKAT atau Daerah Konvergensi Antar Tropis ini ditandai dengan temperatur yang sela tinggi. akibat kenaikan dari massa udara ini, wilayah DKAT atau Daerah Konvergensi Antar Tropis terbebas dari yang namanya angin topan. Dan wilayah ini disebut dengan wilayah doldrum.

  1. Membuat daerah sub tropis bersifat kering

Mengenai daerah sub tropis bersifat kering, penjelasannya masih berkaitan dengan penjelasan DKAT atau Daerah Konvergensi Antar Tropis di atas. Jadi, massa angin pasat akan semakin naik di dekat DKAT. Massa angin pasat yang semakin naik di DKAT secara vertikal akan kembali bergerak mendatar atau adveksi ke arah daerah sub tropis pada paras atas atmosfer. Angin ini disebut sebagai angin anti pasat yang merupakan sisi balik angin pasat. Massa udara ini akan kembali turun atau subsidensi di aderah sub tropis. Hal inilah yang akan menyebabkan daerah sub tropis menjadi daerah yang kering, karena tidak terjadi konveksi yang membawa bahan bakar dari terbentuknya awan.

  1. Menyebabkan beberapa kerusakan pada alam

Beberapa angin memang seringkali menimbulkan kerusakan alam. Salah satu angin yang dapat menimbulkan kerusakan alam adalah angin pasat. Namun angin- angin ini akan menimbulkan kerusakan alam apabila sudah melampaui batas. Maksudnya apabila angin tersebut terlalu kencang berhembus, maka akan menimbulkan banyak kerusakan alam, seperti kerusakan alam di permukaan Bumi, rusaknya pepohonan, dan juga bangunan- bangunan yang ada di permukaan Bumi.

Nah, itulah beberapa dampak yang dapat timbul dari terjadinya angin pasat di permukaan Bumi, dan khususnya di wilayah equator atau khatulistiwa. Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah khatulistiwa atau equator, maka dari itulah Indonesia juga dilalui oleh angin pasat ini.

Dampak Angin Secara Umum

Angin merupakan udara yang bergerak. Udara yang bergerak merupakan hal yang tidak dapat dicegah di permukaan Bumi. Angin memberikan banyak manfaat bagi mansusia, selain membuat badan menjadi terasa sejuk, angin juga dapat membantu manusia dalam pekerjaannya sehari- hari. meski demikian tidak bisa dihindarkan bahwa ada dampak buruk yang juga mungkin timbul akibat angin ini. jadi dapat ditimbulkan bahwa angin membawa dampak baik dan juga dampak buruk. Beberaoa dampak dari angin antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Sumber rasa sejuk

Salah satu dampak baik dari adanya angin adalah sebagai sumber rasa sejuk. Rasa sejuk merupakan dambaan bagi banyak makhluk hidup, terutama ketika cuaca sedang terik dan terasa sangat panas. Keberadaan angin membuat badan merasakan kesejukan dan kesejukan ini akan membuat manusia lebih tenang dan lebih jernih dalam berpikir.

  1. Pembangkit listrik

Dampak baik dari angin yang selanjutnya adalah pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga angin akan menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berbagai macam kepentingan umum.

  1. Penyerbukan tanaman

Angin juga dapat membantu penyerbukan tanaman. Angin akan mengangkat serbuk sari dan membawanya ke putik sehingga terjadi penyerbukan bunga. Hal ini tentu saja akan banyak bermanfaat.

  1. Berperan dalam proses hujan

Angin juga berperan dalam proses hujan. Angin muson misalnya, akan membawa musim hujan di Indonesia.

  1. Gagal panen

Salah satu dampak negatif dari adanya angin adalah menyebabkan gagal panen. Tentu saja ini akan terjadi apabila angin yang berhembus terlalu kencang.

Nah, itulah beberapa dampak yang akan ditimbulkan dari adanya angin secara umum. Dampak- dampak tersebut merupakan dampak baik dan juga dampak buruk. Selain yang telah dilakukan di atas, masih banyak lagi dampak yang dapat ditimbulkan dari angin ini.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Saturday 01st, April 2017 / 02:00 Oleh :
Kategori : Fenomena Alam