14 Dampak Vulkanisme dalam Kehidupan


Tenaga endogen adalah salah satu tenaga pembentuk muka bumi. Salah satu tenaga dari endogen adalah vulkanisme (Baca: Macam-macam Tenaga Endogen: Vulkanisme, Tektonisme dan Gempa Bumi). Vulkanisme adalah gerakan magma yang terjadi di dalam bumi. Magma adalah cairan panas yang ada di dalam bumi (baca: Proses Terjadinya Magma – Suhu dan Kandungannya). Gerakan ini menyebabkan timbulnya tekanan yang besar di dalam dapur magma. Dapur magma berada di dalam inti bumi. Inti bumi memiliki suhu yang sangat panas (Baca: Inti Bumi : Pengertian, Material, Suhu, dan Peranannya).

Demi menyeimbangkan tekanan tersebut, magma yang berada di dalam perut bumi akan keluar menuju daerah yang bertekanan lebih rendah. Magma bumi dapat keluar melalui celah atau retakan yang terjadi akibat patahan horizontal di kerak bumi. Patahan horizontal adalah patahan yang terjadi akibat tarikan horizontal dari dalam bumi. Selain itu, magma juga bisa keluar melalui saluran di dalam gunung. Saluran itu disebut sebagai diatrema atau terusan kepundan. Magma berada di dalam kantong magma di dalam bumi. Sedangkan magma yang keluar dari dalam perut bumi disebut lava. Kedalaman kantong magma, mempengaruhi kekuatan dari letusan magma. Semakin dalam, maka magma semakin kuat letusan magma tersebut.

Berbeda dengan tektonisme, vulkanisme mengubah relief muka bumi, melalui ledakan serta aliran lava yang mengeras. Sedangkan tektonisme, berasal dari tenaga di dalam bumi yang memberikan dorongan atau tarikan secara horizontal maupun vertikal. Selain itu, vulkanisme dapat diprediksi melalui tanda- tanda alam yang diperlihatkan oleh alam. Tanda- tanda akan terjadinya letusan dapat dilihat melalui (Baca: Tanda Ciri Ciri Gunung Api Akan Meletus):

  1. Temperatur udara meningkat di sekitar kawah
  2. Sumber air yang berada di sekitar gunung api mulai mengering
  3. Gempa vulkanik semakin sering terjadi.
  4. Mulai turunnya binatang dari gunung menuju kaki gunung.
  5. Munculnya suara gemuruh dari gunung.

Vulkanisme adalah salah satu dari tenaga endogen (Baca: Macam-macam Tenaga Endogen: Vulkanisme, Tektonisme dan Gempa Bumi). Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga terjadi akibat tekanan panas dari dapur magma. Tekanan ini, membuat gerakan yang menghasilkan lipatan atau patahan. Lipatan dan patahan inilah yang membuat relief muka bumi menjadi tidak rata. Seperti pada tektonisme, vulkanisme memiliki dampak pada pembentukan muka bumi serta memberikan manfaat atau bahkan bencana kepada manusia.

Berikut adalah beberapa dampak vulkanisme :

Pada Pembentukan Relief Muka Bumi

Vulkanisme adalah salah satu tenaga yang mengubah bentuk bumi. Tenaga tersebut dihasilkan melalui tekanan magma yang keluar dari dalam perut bumi. Akibat dari tekanan magma yang keluar dari dalam bumi, terbentuk banyak relief muka bumi. Relief tersebut adalah:

1. Terbentuknya Perubahan Rupa Gunung

Gunung adalah salah satu sarana bagi magma untuk keluar. Magma tersebut keluar melalui saluran yang menuju puncak gunung. Akan tetapi, letusan yang terjadi gunung, menyebabkan perubahan dari bentuk gunung tersebut. Terdapat 3 gunung yang mengalami perubahan bentuk, akibat dari vulkanisme.

a. Gunung Api Tameng

Gunung api tameng atau bisa disebut perisai adalah gunung api yang terbentuk akibat dari aliran lava yang lambat dan sangat cair. Aliran ini keluar dan mengalir di sekitar gunung. Akibatnya, gunung tameng menjadi sangat landai dan lebar. Gunung ini tidak ada di Indonesia. Tapi banyak ditemukan di Hawai.

b. Gunung Api Maar

Gunung api maar adalah gunung api yang terbentuk akibat ledakan gunung api yang kuat, tapi hanya terjadi sekali, dan berhenti. Gunung api ini terjadi karena dapur magma yang dangkal. Akibat letusan yang cepat dan besar, puncak gunung membentuk sebuah cekungan besar. jika cekungan ini terisi oleh air, maka cekungan ini akan menjadi danau. Salah satu danau yang ada di Indonesia akibat kejadian ini adalah Danau Klakah di Lamongan.

c. Gunung Api Strato

Gunung api ini adalah gunung yang paling banyak ada di dunia. Termasuk indonesia. Rata-rata gunung api di Indonesia adalah gunung api tipe strato. Seperti Gunung Merapi, Gunung Kelud, maupun Gunung Semeru. Gunung api tipe ini berbentuk rungcing dan tinggi. Gunung ini terjadi akibat dari adanya erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Erupsi efusif adalah erupsi yang terjadi dengan ledakan yang cenderung lemah.

Sedangkan eksplosif adalah erupsi yang ledakannya sangat kuat (baca: Erupsi Eksplosif dan Efusif). Kedua erupsi ini terjadi secara terus menerus dan bergantian. Letusan di gunung strato biasanya terjadi dengan tempo yang lama dan berulang, sehingga waktu mulai meletus hingga tenang kembali bisa memakan waktu berhari- hari. Sehingga bentuk gunung menjadi semakin runcing. Selain itu, bentuk gunung api ini, memiliki daerah yang landai dibawahnya, sehingga biasa dijadikan tempat perkebunan oleh manusia.


2. Terbentuknya Relief Selain Gunung

Perubahan bentuk gunung, bukanlah satu- satunya dampak dari vulkanisme. Vulkanisme juga menyebabkan terbentuknnya beberapa relief di permukaan bumi. Antara lain:

a. Danau Kaldera

Kaldera adalah danau yang terbentuk akibat letusan gunung api. Kaldera berasal dari cekungan besar di puncak gunung. Cekungan ini disebabkan dari letusan kuat gunung api. Letusan itu sangat kuat, dan memotong puncak gunung api menjadi sebuah cekungan. Cekungan tersebut, lalu terisi oleh air, sehingga menjadi danau.

b. Plato Lava

Plato adalah daratan yang lebar. Sedangkan plato lava adalah dataran yang terbentuk akibat lava yang mengelir perlahan, lalu melebar. Lava ini kemudan mendingin, lalu mengeras. Lava yang mengeras ini membentuk dataran tinggi yang luas. Lava yang mengelir menjadi plato, biasanya adalah lava yang sangat encer. Sedangkan bentuk letusannya sangat kuat, tapi tidak menyebabkan perubahan pada bentuk gunung. Lava ini mengalir, dan membentuk dataran tinggi baru disekitar kaki gunung. sehingga lava ini seperti membentuk anak gunung dengan dataran yang luas.

c. Geyser

Geyser adalah mata air panas yang keluar melalui bumi. Mata air ini menjadi panas, dikarenakan adanya pemanasan air oleh magma di dalam bumi. Mata air ini juga bisa keluar melalui celah batu. mata air panas yang keluar melalui celah batu disebut sumber air panas. Mata air ini, biasanya terakumulasi di cekungan di bawah gunung, dan membentuk sungai yang hangat. Jika air yang keluar melalui bumi mengandung mineral, dan panas, maka disebut sebagai sumber air mineral (Baca: Proses Terjadinya Mata Air – Klasifikasi dan Tipenya)


Pada Kehidupan

Vulkanisme tidak hanya berdampak pada pembentukan relief muka bumi. Akan tetapi juga berdampak pada kelangsungan hidup makhluk dihadapannya. Seperti pada dampak tektonisme, vulkanisme juga memiliki dampak positif dan negatif bagi manusia.

1. Dampak Positif Vulkanisme Bagi Manusia

Vulkanisme adalah salah satu gejala alam yang ada di bumi. Akan tetapi, dampak vulkanisme banyak di manfaatkan oleh manusia, demi membantu kehidupan manusia. Dampak positif dari vulkanisme adalah:

  • Tanah yang dimuntahkan oleh gunung apa adalah tanah yang sangat subur, sehingga cocok dijadikan sebagai tempat perkebunan maupun pertanian.
  • Gunung api juga memuntahkan batuan, yang banyak digunakan sebagai fondasi sebuah bangunan. Batuan yang dimuntahkan gunung api, juga sering dijadikan hiasan dinding, maupun alat rumah tangga seperti cobek.
  • Tenaga panas bumi, mulai dipakai sebagai pembangkit litrik. Sehingga untuk pembangkit listrik, tidak hanya mengandalkan air maupun angin. Panas bumi juga bisa menjadi pembangkit listrik.
  • Sumber air yang mengandung mineral, dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit. Terutama pada penyakit kulit. Sehingga pada jaman dahulu, raja- raja memiliki pemandian air panas pribadi untuk mengobati penyakitnya.
  • panorama yang dihasilkan oleh gunung api sangat indah. Sehingga sering dijadikan sebagai tempat wisata alam. Selain itu, karakter gunung api yang unik, lelalu dijadikan sebagai wadah penelitian bagi ilmuwan.

2. Dampak Negatif Vulkanisme Bagi Manusia

Selain dampak positif, vulkanisme juga memberikan dampak negatif pada kehidupan manusia. Dampak negatif dari vulkanisme adalah:

  • Setiap daerah yang dialiri oleh lava maupun awan panas akan mati. Hal ini karena panas yang dihasilkan oleh lava dan awan panas, mampu memanggang apapun yang dilewatinya.
  • Adanya gempa vulkanik. Setiap gunung api yang meletus, akan didampingi oleh gempa vulkanik. Gempa yang berkekuatan besar, dapat menghancurkan bangunan. Sedangkan gempa vulkanik di laut, dapat menyebabkan tsunami (Baca: Penyebab Tsunami dan Akibatnya). Salah satu gempa vulkanik serta letusan gunung api terparah yang pernah dirasakan oleh Indonesia adalah letusan gunung krakatau. Konon. Letusan ini sangat besar, hingga menggetarkan hingga negara India. Letusan gunung api di laut, lebih berbahaya dari pada letusan gunung api di darat (Baca: Bahaya Gunung Api bawah Laut)
  • Adanya hujan abu akibat muntahan materi dari dalam gunung api. Hujan abu ini bisa sangat berbahaya, apalagi jika sampai terhirup. Selain itu, hujan abu yang parah, dapat membuat jarak pandang menjadi sangat pendek, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga:

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , ,
Post Date: Saturday 22nd, October 2016 / 05:27 Oleh :
Kategori : Bencana Alam