Sponsors Link

Banjir Bandang : Pengertian, Karakteristik, Penyebab dan Dampaknya

Sponsors Link

Salah satu jenis jenis  banjir yang kita ketahui bersama ialah banjir bandang. Ya, banjir bandang merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan banjir bandang? Apakah ada perbedaan antara banjir bandang dengan banjir yang lainnya?

Sponsors Link

Pengertian banjir bandang 

Banjir bandang merupakan banjir yang terjadi di suatu daerah yang memiliki permukaan rendah dan terjadi karena hujan yang turun secara terus- menerus. Banjir bandang ini mempunyai sifat atangnya tiba- tiba dan biasanya terjadi dengan sangat cepat. Banjir bandang ini terjadi karena air yang berada di wilayah tersebut sudah berada di titik jenuh, sehingga banjir ini terjadi sangat cepat hingga tidak dapat lagi diserap oleh lapisan tanah. Karena air yang mengalir tidak dapat lagi diserap oleh tanah, akibatnya sisa- sisa air akan tergenang di daerah yang lebih rendah.

Banjir bandang ini tergolong ke dalam banjir yang besar dan banyak menimbulkan kerugian. Hal ini karena banjir bandang yang datang dengan tia- tiba dapat menyeret apa saja apabila arusnya kuat. Selain itu semua benda yang dilewati oleh banjir tersebut akan dikelilingi air dengan tiba- tiba. Selain menyebabkan kerugian besar yang berupa materi, banjir bandang juga menimbulkan banyak kerugian lainnya.

Karakteristik Banjir Bandang

Jenis- jenis banjir yang berbeda- beda mempunyai karakteristik yang berbeda- beda pula antara jenis satu dengan jenis yang lainnya. Masing- masing dari banjir mempunyai ciri khasnya masing- masing, termasuk juga dengan banjir bandang ini. Banjir bandang setidaknya mempunyai ciri atau karakteristik sebagai berikut:

  1. Datang dengan tiba-tiba

Salah satu ciri yang khas yang dimiliki oleh banjir bandang adalah terjadi dengan cara yang tiba- tiba. Banjir bandang ini terjadi karena air yang berada di suatu wilayah sudah mengalami kejenuhan, sehingga datangnya banjir ini dengan tiba- tiba, dan biasanya datangnya air yang tiba- tiba ini langsung bersifat besar, dan tidak perlahan- lahan seperti banjir yang terjadi karena luapan air sungai atau semacamnya.

2. Disebabkan oleh hujan lebat yang turun tidak kunjung berhenti

Ciri- ciri selanjutnya yang dimiliki oleh banjir bandang adalah terjadi karena hujan lebat yang bersifat terus- menerus atau tidak kunjung berhenti. Maka dari itu banjir bandang ini terjadi setelah hujan lebat turun dalam durasi waktu yang lama pula. Biasanya banjir bandang ini akan terjadi maksimal selama enam jam. Dengan kata lain, banjir bandang biasanya terjadi kurang dari enam jam. (baca : proses terjadinya hujan)

3. Durasi terjadinya banjir relatif singkat

Ciri khas dari banjir bandang yang selanjutnya adalah terjadi dalam durasi yang cukup singkat. Banjir bandang ini bukanlah tipe banjir yang datang dan berlama- lama menggenangi daerah yang dilewatinya. Banjir bandang merupakan tipe banjir yang terjadi dalam durasi yang cukup singkat. Meskipun singkat, banjir bandang ini dapat juga menggenangi. Namun genangan air yang diakibatkan oleh banjir bandang ini relatif tidak banyak. Hanya sedikit genangan yang menempati daerah yang lebih rendah. Dan ini terjadi ketika banjir surut.

4. Viskositas aliran yang tinggi

Banjir bandang juga merupakan tipe banjir yang mempunyai viskositas tinggi.

5. Tinggi genangan air di antara 3 hingga 6 meter

Meskipun telah disebutkan sebelumnya bahwa banjir bandang merupakan tipe banjir yang tidak menimbulkan genangan yang terlalu banyak, namun bukan berarti tidak ada genangan sama sekali. Banjir bandang tetap merupakan suatu genangan, hanya saja air yang akan menggenangi itu datangnya dengan tiba- tiba dan berlangsung dalam durasi yang tidak terlalu lama (biasanya maksimal 6 jam). Tinggi genangan air akibat banjir bandang ini mempunyai ukuran antara 3 hingga 6 meter.

6. Membawa beberapa material lainnya

Ciri khas yang menonjol linnya dari banjir bandang adalah banjir bandang ini memuat banyak sekali material- materian yang bisa dibawa oleh air banjir tersebut. Beberapa material yang dapat dibawa oleh air dari banjir bandang antara lain lumpur, kerikil, batu, hingga pepohonan. Ya, arus dari banjir bandang yang kuar terkadang mampu mengangkut kayu- kayu pepohinan yang seresrakan di tanah, atau bahkan bisa mencabut pepohonan yang ukurannya lebih kecil. Oleh karena banyaknya material yang diangkut ini menyebabkan banjir bandang ini sebagai bencana yang menyebabkan banyak sekali kerugian material.

Itulah beberapa karakteristik ataupun ciri- ciri yang dimiliki oleh banjir bandang ini. Ciri- ciri atau karakteristik ataupun sifat yang disebutkan di atas merupakan sifat yang melekat kuat yang dimiliki oleh banjir bandang yang bisa membedakannya dengan jenis banjir- banjir yang lainnya.

Penyebab Terjadinya Banjir Bandang

Banjir bandang merupakan suatu bencana alam. Bencana alam yang terjadi ini dapat terjadi karena dipicu oleh berbagai faktor. Bagaimanapun juga bencana alam terjadinya terjadi karena berbagai hal yang berada di belakangnya. Faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya banjir bandang ini antara lain:

  1. Hujan deras yang terjadi terus-menerus atau dalam durasi yang cukup lama

Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya banjir bandang adalah turunnya hujan yang terus menerus dan dalam waktu yang cukup lama. Hujan yang turun terus menerus akan menyebabkan terjadinya banjir dan juga genangan air. Hal ini karena debit air yang turun dari hujan tersebut akan semakin banyak- dan banyak. Hal ini tentu saja akan menyebabkan sungai menjadi kelebihan jumlah air dan akibatnya bisa meluap. Sungai yang meluap tersebut akan menjadikan air meluap- luap dan menggenangi area tertentu. Dan inilah yang penyebab banjir bandang terjadi.

  1. Terbentuknya bendungan yang berada di hulu

Salah satu faktor yang manyebabkan terjadinya banjir bandang yang selanjutnya adalah adanya bendungan yang berada hulu. Hulu ini merupakan bagin yang lebih tinggi nya nantinya bisa mengalirkan air ke hilir. Ketika bahian hulu ini sudah penuh terisi air, maka air tersebut akan membludak atau menumpahkan air tersebut ke area yang berada di sekelilingnya. Hal inilah salah satu yang menyebabkan terjadinya banjir bandang di suatu wilayah.

  1. Geometri di daerah aliran sungai yang menunjang antara bagian hulu dan juga hilir

Terjadinya banjir bandang juga bisa disebabkan oleh karena geometri di daerah aliran sungai yang menunjang antara bagian hulu dan juga di bagian hilir. (baca : ciri sungai bagian hulu dan hilir)

  1. Membuang sampah sembarangan

Kita semua tahu bahwasannya membuang sampah sembarangan akan menyebabkan terjadinya bencana alam berupa banjir. Bencana alam berupa banjir yang bisa disebabkan karena membuang sampah sembarangan di sungai salah satunya adalah bencana banjir bandang. Ketika orang membuang sampah di sungai maka sampah- sampah yang dibuang di sungai tersebut akan mengendap di dasar sungai. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pendangkalan di dasar sungai. Ketika terjadi pendangkalan ini maka jumlah muatan air yang tertampung di dalam sungai akan menjadi berkurang jumlahnya, akibatnya sungai akan mudah sekali membludak atau meluap. Karena sungai mudah sekali meluap inilah yang akan menyebabkan terjadinya banjir bandang.

  1. Mendirikan bangunan liar yang berada di sekitar sungai

Lahan kosong dapat berfungsi sebagai penyerap air hujan ketika turun. Ketika lahan- lahan kosong ini tidak digunakan dengan semestinya maka hal ini akan akan menyebabkan air yang dapat terserap ke dalam tanah tidak maksimal. Ketika air yang terserap ini tidak maksimal, maka hal ini akan menyebabkan banjir. Terlebih apabila lahan yang disalah gunakan tersebut adalah lahan yang berada di sekitar sungai. Maka hal ini akan semakin membuat banjir bandang mudah sekali terjadi di daerah yang demikian tersebut.

  1. Penggundulan pepohonan

Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya pepohonan mempunyai banyak sekali manfaat. Salah satu manfaat yang dimiliki oleh pepohonan adalah untuk menyerap air agar dapat tersimpan ke dalam tanah dan merupakan cara menghindari banjir. Ketika pepohonan yang tumbuh di lingkungan menjadi sedikit, maka hal ini akan membuat penyerapan air menjadi sedikit terganggu. Akibatnya akan banyak air yang tidak diserap atau penyerapan menjadi kurang maksimal. Ketika air yang tidak bisa diserap jumlahnya terlalu banyak, maka akan meningkatkan resiko terjadinya banjir bandang.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan terjadinya banjir bandang atau faktor- faktor yang memudahkan terjadinya banjir bandang. Dari faktor- faktor yang telah disebutkan di atas, dapat dilihat bahwasannya sebagian faktor merupakan faktor dari alam, sementara sebagian lainnya merupakan faktor yang bisa diperbuat oleh manusia. Oleh karena itulah sebisa mungkin manusia menghindari hal- hal yang demikian itu. Sebagai manusia yang mempunyai sikap bijak, kita harus melindungi alam di sekitar kita agar tetap bisa lestari dan terbebas dari bencana alam.

Tanda-tanda akan Terjadi Banjir Bandang

Banjir bandang merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Meskipun terjadinya banjir bandang ini secara tiba- tiba, namun bukan berarti datangnya banjir bandang ini tidak dapat diprediksi. Kedatangan banjir bandang ini bisa kita prediksi dengan cara kita melihat dari tanda- tandanya. Ada beberapa tanda yang menunjukkan akan terjadinya banjir bandang yang akan mengganggu lapisan atmosfer bumi. Tanda- tanda akan terjadinya banjir bandang antara lain sebagai berikut:

  • Air berubah warna menjadi keruh

Salah satu tanda yang menyebabkan akan terjadinya banjir bandang adalah adanya perubahan pada air sungai dari yang semula jernih menjadi keruh secara tiba- tiba. Hal ini merupakan slaah satu tanda yang dapat dengan mudah diketahui adan dilihat secara kasat mata. Apabila melihat hal yang demikian ini, maka segera menjauh dari area sungai adalah pilihan yang sangat tepat. Karena apabila hal ini tidak segera dilakukan, maka terjadi resiko yang tidak baik karena banjir bandang dapat terjadi dengan tiba- tiba tanpa sepengetahuan orang- orang yang berada di sekitarnya.

  • Terdapat banyak ranting pepohonan maupun sampah yang mengalir di sungai

Salah satu tanda akan terjadinya banjir bandang yang selanjutnya adalah apabila kita menemui banyak sampah ataupun ranting pepohonan yang hanyut terbawa arus sungai. Padahal bila kita amati sebelumya, ranting dan sampah tersebut pada mulanya tidak ada. Hal ini merupakan salah satu tanda akan terjadinya banjir bandang.

  • Di bagian hulu sungai terlihat langit yang berwarna gelap 

Tanda atau ciri- ciri akan terjadinya banjir bandang yang selanjutnya adalah adanya ketika kita melihat ada awan hitam yang berada di arah hulu sungai. Ketika kita melihat adanya awan hitam tersebut maka mengindikasikan terjadi hujan lebat di daerah hulu sungai tersebut. Hujan yang lebat di daerah hulu sungai akan membangkitkan peluang terjadinya banjir bandang. Maka dari itulah ketika kita melihat awan hitam yang berada di hulu sungai sebaiknya kita segera menjauhi daerah sekitar aliran sungai, karena berpotensi terjadinya banjir dandang tersebut.

Itulah beberapa hal yang mengindikasikan akan terjadinya banjir bandang. Apabila kita menemukan ciri- ciri tersebut atau hanya salah satunya saja maka hal tersebut sudah cukup mengindikasikan akan terjadinya banjir bandang. Maka dari itu ketika kita melihat hal yang demikian, segera saja kita menjauhi aliran air sungai. Hal ini karena banjir bandang akan datang dengan tiba- tiba dan berlangsung sangat cepat. Ketika kita tidak sigap dalam menyelamatkan diri, maka kemungkinan akan timbul resiko kita tersusul oleh aliran air yang sangat deras dari banjir bandang tersebut.

Sponsors Link

Dampak Terjadinya Banjir Bandang

Semua jenis bencana alam dapat menimbulkan kerugian ataupun dampak negatif. Kerugian yang ditimbulkan dapat berupa kerugian material maupun non material. Tidak terlepas juga dengan banjir bandang. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan akibat banjir bandang antara lain:

  1. Merusak berbagai macam sarana dan prasarana umum

Salah satu dampak yang paling besar dan paling terlihat dari adanya banjir bandang adalah rusaknya berbagai macam fasilitas umum dan juga sarana dan pra sarana yang ada di sekitar masyarakat. Beberapa macam sarana dan pra sarana yangmungkin dapat rusak karena terjadinya banjir bandang ini antara lain jalan umum, jembatan, gedung, perumahan dan lain sebagainya sehingga akan mengganggu ruang publik untuk kehidupan manusia.

2. Merusak aset pribadi

Selain merusak berbagai macam fasilitas umum ataupun sarna dan prasarana umum, banjir bandang ini juga merusak berbagai aset pribadi yang dimiliki oleh seseorang. bagaimanapun juga material serta kuatnya arus yang ditimbulkan oleh banjir bandang dapat menghanyutkan berbagai macam barang yang dimiliki oleh masyarakat. Tidak hanya barang saja, namun banjir bandang ini juga dapat merusak bangunan- bangunan rumah.

3. Merusak jaringan listrik

Dampak selanjutnya yang dihasilkan dari banjir bandang adalah terganggunya aliran listrik. Bahkan bisa saja aliran listrik menjadi putus ataupun mati total karena adanya banjir bandang ini. aliran dari air yang ditimbulkan oleh banjir bandang dapat berupa arus yang kuat, sehingga akan menyebabkan rusaknya tiang- tiang listrik ataupun kabel- kabel listrik. Hal ini akan berakibat paad putusnya jaringan listrik. Belum lagi jika ada pohon tumbang ataupun bangunan yang roboh.

4. Mengganggu aktivitas sehari- hari

Yang namanya bencana alam merupakan suatu peristiwa yang akan merusak atau mengganggu aktivitas sehari- hari oleh manusia. Hal ini juga brlaku pada banjir banidang. Terjadinya banjir bandang ini sudah otomatis mengganggu aktivitas sehari- hari masyarakat, atau bahkan melumpuhkannya.

Itulah beberapa dampak buruk atau negatif dari adanya banjir bandang. Memang keberadaan banjir bandang akan membawa dampak yang buruk, bahkan kemungkinan tidak akan ada dampak positif yang akan dihasilkan dari banjir bandang ini.

Kasus Banjir Bandang di Indonesia

Banjir bandang bukan lagi menjadi hal yang mengherankan bagi masyarakat Indonesia. Bahkan banjir bandang ini hampir selalu menyambangi Indonesia di setiap tahunnya. Beberapa kasus mengenai banjir bandang antara lain:

  • April 2016 di Kecamatan Ponorogo
  • Maret 2016 di lereng Gunung Merbabu
  • April 2016 di Luwu
  • Agustus 2015 di Sulawesi Tengah

Itlah beberapa kasus mengenai banjir bandang yang terjadi di Indonesia. Kasus yang disebutkan tersebut hanyalah sebagain kecil, bahkan sangat kecil dari kasus- kasus yang ada di Indonesia.

Demikianlan informasi mengenai banjir bandang yang hanya sekilas. Semoga setelah membaca artikel ini kita dapat memperoleh manfaatnya.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Tuesday 17th, May 2016 / 09:26 Oleh :
Kategori : Bencana Alam